NGO Gerak Lampung Prihatin Atas Kinerja Tim Monev Lamtim Di Waway Karya

Paradigma Baru – Lampung Timur

Kehadiran rombongan tim monev Lampung timur (Lamtim) di Kecamatan Waway karya (13/01), membuat ir.Zendra oesmandri.MMP ketua NGO Gerak Indonesia Provinsi Lampung Prihatin.

Pasalnya, tim monev yang bertugas memantau, mengevaluasi dan memonitor kegiatan pembangunan desa terkesan membiarkan kegiatan pembangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi dan sedikit ada kerusakan.

“Seharusnya mereka (tim monev-red) melakukan teguran pada saat itu juga kepada pihak desa bila di temukan ketidak sesuaian”, bukan malah mengamini dan meluluskan, apalagi kejanggalan itu ada didepan mereka.

Kalau setiap tim monev yang diterjunkan mempunyai etos kerja seperti itu, bisa dipastikan pembangunan di Lamtim akan minim kualitas.

Dalam waktu dekat saya akan menemui pihak terkait di Lamtim, “bila perlu saya akan temui Bupatinya untuk meluruskan masalah ini”. Ujar Zendra.

Kelakuan tim monev yang diduga tidak serius dalam melaksanakan kinerja, terpantau saat paradigmabaru.com melakukan investigasi di lapangan, saat itu wartawan bertemu langsung dengan Roni salah satu tim monev yang sedang cross chrk di lapangan, saat diberi tahu terkait adanya pembangunan lapen dan gorong-gorong di desa Tritunggal dengan kondisi yang memprihatinkan, Roni malah berkata pembangunan tersebut sudah standar dan apabila ada kerusakan atau perlu pembenahan, pihak desa di berikan waktu hingga 31 Januari 2021, jelasnya sembari memasuki mobil.

Terakhir paradigmabaru.com kembali ke kantor kecamatan, terdengar ada isu tentang pembagian uang untuk para wartawan yang meliput pada hari itu sebesar Rp.1,5 juta, namun keberadaan dana tersebut simpang siur tujuan maupun kegunaanya.

Demi mendapat info yang akurat dan guna menghindari fitnah serta kesan “wartawan amplop”, paradigma baru.com menemui Kaderi Ketua Forum Kades Waway karya, saat di klarifikasi terkait dana yang santer di isukan, dirinya membenarkan tentang dana tersebut, menurutnya itu adalah hak para wartawan sebagai uang kopi saat liputan, dan mengenai keberadaan dana tersebut dirinya tidak tau, namun Khabar yang beredar dana tersebut diduga telah dikuasai oleh seseorang anggota, jelas Kaderi. (Ismail/Yusup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *